UTS MATA KULIAH PENCAK SILAT

Nama    : Ika Puji Rahayu

NIM      : 20060484067

Kelas     : 2020 B


TUGAS UTS PENCAK SILAT PAKET 8

I. GAMBAR 1-6

II. GAMBAR 7 DENGAN 25

III. GAMBAR 86-90

SIKAP DAN GERAKAN DASAR  DALAM PENCAK SILAT

     Pada beladiri pencak silat, sikap merupakan hal yang penting sekali dalam mengambil gerak-gerak selanjutnya. Sikap dan gerak akan mempengaruhi bentuk-bentuk pembelaan dan serangan. Dalam pencak silat, dikenal istilah jurus, jurus adalah dasar pencak silat yang merupakan senjata anatomi tubuh untuk mempertahankan diri dan batas serangan. Antara penyerang dan yang mempertahankan saling menggunakan jurus-jurusnya. Sikap dan gerak itu narti mempengaruhi juga posisi. bila posisi atau kedudukan sikap kita baik, mudah untuk memunahkan serangan lawan dengan jurus-jurus yang kita kehendaki. 

    Sebaliknya bila posisi atau kedudukan kita kurang baik, sukar untuk melaksanakan gerakan dengan baik. Bila kita mempunyai posisi yang baik akan lebih menguntungkan, lebih banyak kemungkinan melindungi bagian yang lemah dari tubuh kita sendiri, dan dapatmembatas menyerang bagian-bagian yang lemah dari lawan. 

    Sebaliknya bila posisi lemah atau kurang baik, kita mudah diserang bagian-bagian lemah kita, sehingga posisi kila rusak, sikap dan gerak kita kacau dan kurang terkontrol.

     Pencak silat yang baik selalu berupaya agar pihak lawan selalu berada dalam posisi kedudukan yang tidak baik, misalnya dengan sikap dan gerak tipu menghilangkan keseimbangan lawan, sapuan kaki, ungkitan terhadari lawan dan sebagainya. 

Sikap dan gerak sebagai dasar pencak silat harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

 1. Sikap Dasar Pencak Silat. Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak yang meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, ialah kesiapan fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah, ialah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga praktis dan efisien.

 a. Sikap berdiri. Sikap berdiri pada pencak silat garis besamya ada tiga sikap, antara lain : 

1) Sikap berdiri tegak 

2) Sikap berdiri kangkang 

3) Sikap berdiri kuda-kuda. 

1) Sikap berdiri tegak.

     - Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.

     - Tumit rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat. 

    - Berat badan pada kedua kaki 

    - Bernafas wajar, melalui hidung. 

Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak :

     - Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping. 

    - Sikap tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang 

    - Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada 

    - Sikap tegak 4, kedua tangan silang di dada

GAMBAR 1

SIKAP BERDIRI TEGAK



Sikap tegak 4 digunakan untuk :

     Sikap awal melakukan gerakan teknik 

     Sikap awal melakukan sambung/bertanding

 Sikap salam atau menghormat 

    Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dari a disertai dengan anggukan kepala, kemudian kernbali ke sikap tegak.

GAMBAR 2

Sikap Salam/Menghormat 


Sikap menghormat dilakukan pada waktu :

 a. Setiap awal dan akhir pelajaran/lalihan kepada guru pelatih. 

b. Memberi salam kepada teman. 

Memakai dan mengakhiri perrnainan/pertandingan. 

Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri

Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang sikap berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, tundukkan kepala ditanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 tundukkan kepala ke bawah.


Sikap istirahat

 Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan. Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baik- baik


Sikap berdiri kangkang 

Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. 

Cara mengambil sikap dengan :
  merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan ke kanan, atau
  loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang.


Latihan sikap berdiri kangkang, dimulai dari sikap tegak 1, melaksanakan sikap kangkang tiga cara ganti berganti pandangan tetap kemuka. kedua tangan mengepal berada di pinggang.

 3) Sikap berdiri kuda-kuda

 Kuda adalah posisi tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balasserang. Masalah posisi dalam pencak silat, pada hakikatnya sebagian besar adalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap kedudukan kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar' kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila yang menyerang itu melakukan dengan tenaga yang kuat. 

    Perlu kita ketahui adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan bergerak. Pada keseimbanganbadan yang bergerak itu tidaklah mungkin, dan tidaklah tepat bila kedudukan kaki dilaksanakan sekuat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif. 

    Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak. Sikap berdiri kuda-kuda terdiri :
 a) Kuda-kuda depan
 b) Kuda-kuda belakang
 c) Kuda-kuda tengah
 d) Kuda-kuda samping
 e) Kuda-kuda silang, terdiri dari :
      Kuda-kuda silang depan.
      Kuda-kuda silang belakang

 a) Kuda-kuda depan

 Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8 penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengahtengah titik 0. Bergerak kaki kin dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.

 Gambar 6
 Kuda-kuda Depan dengan Maju/mundur 


Dan sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang mejadi kuda-kuda depan dengan mundur tarik kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap tegak 2. Pada dasamya sikap kuda-kuda depan di rnulai dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin (lihat gambar 7). Setelah kaki berhenti melangkah/bergeser titik berat badan harus tetap di tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang ditekuk sedikit, tidak boleh lurus.


Gambar 7
 Arah delapan penjuru mata angin 

b) Kuda-kuda belakang

 Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong kebelakang atau ke depart, demikian juga jangan miring kiri atau ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak terhadari serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.


Satu kaki mendarat disusul kaki yang lain 

Gambar 25

 Langkah Dengan loncatan


Perbedaan antara lompatan dan loncatan.

 Pada lompatan satu kaki bertolak, sedangkan loncatan kedua kaki bertolak. Perihal mendaratnya sama, satu- satu saling menyusul atau dua-duanya bersama-sama. Bila mendarat satu kaki dapat disusul dengan serangan tendangan. Bila mendarat dua kaki yang menyerang, menangkis, membela dengan lengan tangan atau yang lain tergantung kebutuhan.


Gambar 86

Teknik Lapangan Dengan Dua Kaki


Kuncian

    Kuncian adalah usaha menguasai lawan dengan tangkapan sempurna sehingga tidak dapat di buka lagi atau lawan tidak berdaya. Kuncian dapat dilakukan dengan cara :
        a. Menahan kemungkinan gerak lawan
        b. Mematikan gerak sendi dengan lipatan
Unsur tangkapan dalam kuncian dapat merupakan tangkapan tangan atau kaki. Teknik kuncian pada umumnya adalah mematikan tiga tempat / titk anggota badan lawan.

Contoh Kuncian :
 

Kuncian dengan diawali : menangkap tangan
Kuncian dengan diawali : menangkap kaki

Gambar : 87 Kuncian dengan tangkapan tangan/kaki 


Contoh melepaskan diri dari tangkapan/sekapan 

a. Sekapan badan dari depan 

    1. Yang disekap kedua lengannya di luar dapat dilepaskan dengan
          bartingan incialui pinggang   
          memijit pangkal telinga kanan dan kid (beladiri)
          mendorong kaki, menekan lepas
  
   2. Yang disekap kedua lengan di dalam, dapat dilepaskan dengan :
          bantingan melalui pinggang ke depan 
          mendorong dagu menarik pinggang (beladiri) 

b. Sekapan badan dari belakang

     1. Yang disekap kedua tangannya di luar, dapat dilepaskan dengan :
          menarik tangan, menekuk jari 
          menekan pergetangan dan jari tangan, hingga pergetangan tertekuk dan ditarik kuat.
          membungkuk dan membarting.

     2. Yang disekap kedua lengan di dalam, dapat dilepaskan dengan :
          membungkuk dan membarting melalui bahu depan
          kaki menekan lutut ke belakang, badan mendorong ke depan.
          membungkuk pegang kai, tarik ke depan, pantat menahan lutut.

 c. Sekapan badan dari samping, dapat dilepas dengan cara melepas sekapan dari belakang

 d. Sekapan leher dari belakang, dapat dilepaskan dengan:
      pegang kedua tangan pada ibu jari, dan menekan tangan bagian belakang dengan ibu jari, angkat kedua tangan membungkuk barting ke depan. 

e. Sekapan leher dari depan dapat dilepaskan dengan :
     angkat lengan kanan ke atas, dengan cepat secara mengayun dan langkahkan kaki kiri ke luar.
     angkat ke atas kedua tangan berpegangan, sambil melangkah ke belakang kedua  tangan dipukulkan ke bawah dengan kuat.

 f. Memilih lengan (pegangan dua tangan pada satu tangan) dapat dilepaskan dengan : 
     Mengeluarkan jari-jari tangan yang dipegang dan menekan atau memegang jari-jari dengan tangan yang lain tarik kedua tangan ke atas sawing dengan melangkah ke luar. 

Catatan: teknik sekapan dan pilinan tidak dibenarkan dalam pertandingan olahraga pencak silat. 

Petujuk Latihan :
 1. Latihan teknik pembelaan lanjutan dilakukan dengan berteman/berpasangan. Unsurunsur dasar yaitu sikap-sikap tangan, kuda-kuda dan sikap tubuh dilatih secara bertahap, dan menjadi gerakan berangkai 2. Latihan jatuhan yang baik harus dilakukan dengan menggunakan matras atau atas . Dasar-dasar teknik menjatuhkan diri perlu dilatih pula. 
3. Teknik kuncian dilatih dengan pengawasan, hindarkan teknik-teknik pematahan serta pegangan mencengkeram.
 4. Teknik-teknik lepasan, tangkapan, jatuhan dan kuncian: dalam penggunaan pada pertandingan pencak silat olahraga agar diperhatikan ketentuan peraturan pertandingan.

Rangkuman 

    Prestasi teknik pada pertandingan pencak silat olahraga ditentukan dari hasil aksi dan reaksi antara serangan dan belaan dengan unsur-unsurnya, mengelak atau menangkis yang disusul dengan serangan kaki atau tangan yang masuk pada sasaran, berhasil menjatuhkan lawan dan berhasil mengunci. 
    Berarti penilaian berdasarkan pada tingkat kesukaran serangan dan hasil serangan, maka pembelaan lanjutan merupakan faktor penting dalam pertandingan ataupun dalam beladiri. 

Pembelaan lanjutan 

    Pembelaan lanjutan merupakan teknik pembelaan yang mempunyai unsur lebih sulit dari elakan dan tangkisan, kadang-kadang memerlukan ' gerak pendahuluan atau gerakan berangkai. Pembelaan lanjutan terdiri dari : tangkapan, jauhan, lepasan dan kuncian.

    Tangkapan : suatu usaha pembelaan dengan cara menahan lengan/tungkai lawan untuk menjaga serangan berikutnya atau merupakan unsur dari teknik jatuhan/kuncian.

 a. Tangkapan satu lengan
      dengan tangan
      dengan lengan
      dengan ketiak/kempit

 b. Tangkapan dua lengan
      tangkapan tangan rapat searah
      tangkapan rapat berlawanan
      tangkapan renggang searah
      tangkapan renggang berlawanan 

        Jatuhan.

     Jatuhan adalah usaha menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari tangkapan atau secara langsung. Jatuhan dapat dilakukan dengan cara :
     a. Menambah tenaga serangan lawan searah dengan tarikan atau dorongan.
     b. Mengubah arah serangan-serangan lawan dengan : tarikan dorongan dan putaran.
     c. Meniadakan tumpuan badan lawan dengan sapuan, kaitan, angkatan, ungkitan, dan guntingan. 

     Lemparan : adalah usaha untuk melepaskan diri dari tangkapan lawan, dilakukan dengan cara :
     a. Teknik lepasan dengan satu tangan
     b. Teknik lepasan dengan dua tangan
     c. Teknik lepasan dengan kaki
     d. Teknik lepasan dengan dua kaki
     e. Teknik lepasan dengan kaki dan lengan

     Kuncian : adalah usaha menguasai lawan dengan tangkapan sempuma, sehingga tidak dapatdibuka lagi atau lawan tidak bertenaga. Kuncian dapat dilakukan dengan cara :
     a. Menahan kemungkinan gerak lawan
     b. Mematikan gcrak sendi dengan lipatan
 Contoh lepasan dari tangkapan :
     a. Sekapan badan dari depan
     b. Sekapan badan dari bclakang
     c. Sekapan badan dari samping
     d. Sekapan leher dari belakang
     e. Memilin lengan

Taktik Perorangan 

Taktik perseorangan merupakan siasat yang dilakukan oleh orang untuk memenangkan suatu pertandingan dengan sportif. Taktik perseorangan meliputi
 1) Sikap "lemah" untuk memancing lawan. Dengan pasangan terbuka kita memberikan bidang kena kepada lawan. Tetapi reaksi kita harus cepat tepat untuk belaan disertai batasan yang lebih angkanya.
 2) Gerak-gerik "lemah" santai tetapi penuh perhitungan dalam menguasai dan mematahkan serangan- serangan lawan.
 3) Serangan-serangan percobaan untuk mengetahui tingkat keterampilan dan kelemahan dari lawan yang mahir permainan jarak dekat, ataukah lawan mahir permainan jarak jauh, ini perlu diperhitungkan. 4) Gerak-gerik tipu untuk mengelabui lawan

 Dalam pertandingan pencak silat olahraga, pemahaman dan penguasaan unsur-unsur taktik perorangan yang merupakan pengembangan strategi meliputi :
 1) Pola-pola dasar pertahanan, sebelum diterjunkan dalam gelanggang pertandingan.
 2) Pola-pola dasar serangan, lengan/tangan, tungkai/kaki, dan koordinasinya.
 3) Penjagaan kekuatan dan kelemahan lawan.

 Taktik bull Bell :

    Pedoman yang dapat dipakai dalam menilai hasil pertandingan pencak silat olahraga, adalah pengamatan aksi dan reaksi (jual-beli). Dalam satu gebrakan serang beta, kemungkinan yang terdiri dari 4 jenis, perlu diamati secara seksama aksi dan reaksi kedua pesilat.

     Dengan pedoman jual-beli yang diawali sikap pasang, kita dapat mengamati gerak serang bela pesilat apakah merupakan serangan langsung yang disambut, ataukah serangan langsung yang beruntun. Kemungkinan seorang pesilat setelah melakukan taktik beli, kemudian melakukan jual untuk menerima serangan lawan.

Pengertian taktik jual-beli, ialah :
 Taktik adalah taktik untuk mencapai prestasi dengan mengembangkan pola sambut dan pola menyerang. Diawali dengan pola menyerang kemudian melakukan pola sambut secara taktis, untuk memancing keluamya serangan lawan.

 Taktik jual-beli dapat dilakukan dengan :
      Mengumpan keluarnya serangan lawan dengan pukulan, disambut dengan tendangan.
      Mengumpan keluarnya serangan lawan dengan tendangan disambut dengan pukulan dan hambatan.

 Hambatan adalah suatu usaha pencegahan terhadap serangan lawan.

 Dapat dilakukan dengan :
      Mendahului gerak lawan   
      Menghambat/menghentikan gerak lawan

 Pelaksanaan :
      Kedua pesilat A dan B sikap pasang dalam jangkauan serangan.
      Ketika B akan memukul A mendahului dengan gerak tangan ke depan.
      Sebelum pukulan B keluar, A telah mendahului menghambat dengan tangan. 

Gambar 88 Taktik Hambatan Sambut
Sambutan

 Sambutan adalah usaha pembelaan yang langsung disusul dengan serangan, bertujuan untuk mencegah serangan berangkai atau menghentikan perlawanan lawan.
 Dapat dilakukan dengan:
      Serangan batasan
      Menguasai lawan dengan tangkapan, jatuhan, kuncian.

 Teknik sambut dapat dilakukan dengan belaan disusul dengan :
      serangan tangan/pukulan
      serangan kaki/tendangan
      teknik menjatuhkan
      teknik mengunci Jadi teknik sarnbut didahului dengan gerak elakan atau tangkisan. B. Memukul A Mengelak ke belakang dan langsung melakukan tendangan.

Gambar 89
 Sambut 

Penguasaan

 Penguasaan adalah usaha mendapatkan posisi menguntungkan sehingga lawan dapat dikuasai geraknya, dapat dilakukan dengan :
      Menguasai medan laga
      Menghambat gerak lawan dengan mempersempit ruang gerak
      merapat
      menggoyahkan keseimbangan badan
      mempersempit bidang tumpuan (kuda-kuda).


Gambar 90 
Penguasaan 

Keterangan :

 Perhatikan garis arah dan 1intasan serangan :
 a. A dan B berhadari an dengan sikap pasang.
 b. A melakukan taktik dengan beralih pasang ke depan serong
 c. Jika B tidak segera mengubah sikap pasangnya, maka A mempunyai keunggulan posisi.
 d. A dapat melakukan gerakan teknik merapat, menempel, menggoyahkan keseimbangan atau mempersempit bidang tumpuan dan dapat melakukan serangan dengan lebih baik.
 Memancing keluarnya tendangan lawan, disambut dengan teknik menjatuhkan. 

Sekian dan Terimakasih
Semoga Bermanfaat !!!


Komentar

  1. sudah bagus, kata-katanya mudah dipahami. Semangat....

    BalasHapus
  2. gerakannya sudah sangat rapi sekali, power nya terjaga dan sangat lihai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Terimakasih 🙏 semoga kamu juga sebaliknya ya lebih bagus 👍

      Hapus
  3. mampu melakukan gerakannya dengan power yang sangat bagus, dan menguasai semua gerakan

    BalasHapus
  4. untuk seseorang yang memiliki postur tubuh seperti anda dapat melakukan beberapa gerakan diatas sangat diluar dugaan

    BalasHapus
  5. Semangat, sangat bermanfaat sekali bagi nusa dan bangsa

    BalasHapus
  6. Gerakan dan penjelasannya sangat bermanfaat. Merdeka!!

    BalasHapus
  7. Penjelasan yang sangat jelas dan sangat bisa di pahami terimakasih

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Semoga Ilmu yang kau berikan menjadi berkah

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat sekali terima kasih

    BalasHapus
  11. Mantap banget , gerakan nya mudah dipahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PENCAK SILAT PERTEMUAN KE - 4